Jumat, 03 Juli 2020

Pembelajaran selama masa pandemi covid-19 telah dijalankan secara daring

Pembelajaran selama masa pandemi covid-19 telah dijalankan secara daring (dalam jaringan). Kebijakan pembelajaran daring ini telah diberlakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem MakarimSelama pembelajaran daring selaku guru, guru dihadapkan pada tantangan-tantangan baru, guru harus bisa melakukan pembelajaran yang menyenangkan dan tentunya bermakna. Pembelajaran jarak jauh mengharuskan guru memutar otak dan menggali kompetensi pedagogik yang dimilikinya lebih dalam.

Apapun musibah yang dialami, aktifitas kehidupan keseharian harus tetap berjalan. Bekerja dari rumah yang lebih sering disebut (Work From Home/WFH) dan Belajar Dari Rumah (learning from home/LFH) menjadi keniscayaan yang harus dijalani dalam beberapa waktu terakhir ini. Pemerintah Indonesia pun sudah mengeluarkan kebijakan untuk meniadakan pertemuan face to face atau belajar dalam bentuk tatap muka bagi peserta didik.

Pada masa darurat Covid-19, madrasah telah melaksanakan kegiatan pembelajaran di tengah kondisi darurat sesuai dengan kondisi dan kreatifitas masing-masing madrasah baik dengan menggunakan Moda Daring maupun Moda Luring. Disaat kegelisahan semakin menjadi, bukan karena tuntutan laporan atas bekerja dari rumah yang diminta oleh atasan, namun lebih kepada tanggung jawab kami sebagai guru. Hanya guru yang mengerti kondisi psikologis ini, dimana kerinduan akan suara gelak tawa murid yang kini menghilang, kerinduan akan mendengar antusiasme murid bertanya untuk mendapat pemahaman, kerinduan akan kericuhan suara kursi, meja dan langkah kaki di madrasah saat jam belajar lenyap sudah. Seorang guru yang sakit bisa mendadak sehat saat berada di ruang kelas, guru yang lemas mendadak kuat saat menjelaskan pelajaran di depan papan tulis dengan melihat wajah ceria muridnya, guru bahkan dapat melupakan berbagai masalah pribadinya, saat berada di sebuah ruangan penuh bangku tersebut.

Selama pembelajaran during siswa bebas menggali sebanyak banyaknya informasi. Informasi yang tidak terbatas diperoleh dari berbagai sumber pembelajaran. Siswa dan guru juga dapat mengakses informasi tentang pelajaran diberbagai situs seperti: Google G Suits For Education, aplikasi Kelas Pintar, aplikasi Quipper School, aplikasi Sekolah Online Ruang Guru. Berbagai fitur tersebut bertujuan untuk mendukung sistem pendidikan nasional dan memastikan para siswa dapat terus belajar. Kemampuan penguasaan teknologi oleh guru semakin didorong lebih maju karena adanya pembelajaran daring.

Pelajaran berharga dari pembelajaran daring ini adalah, jangan menganggap dan selalu memposisikan kita sebagai guru yang serba tahu dan serba bisa. Karena tidak ada guru yang sempurna. Adakalanya kitapun dapat belajar dari murid kita sendiri. Karena bisa jadi, mereka yang hidup dan berkembang di zaman ini, lebih tahu perkembangan dunia daripada guru yang berkembang di masa lalu.Jjadilah guru pembelajar, guru yang terus belajar, meningkatkan kemampuan dan keterampilan agar anak didik kita mendapat pengajaran yang seusai dengan jamannya, sesuai dengan harapannya.

Respon/Tanggapan Siswa

  1. Pembelajaran daring dari guru Sebagian besar hanya memberi tugas-tugas dalam bentuk tulis/manual seperti menjawab soal, merangkum dan sejenisnya
  2. Tugas berupa praktek lebih disukai tapi lebih menyulitkan dalam membuat laporannya

Jumat, 22 Februari 2019

Kamis, 08 Oktober 2015

Cara Mendaftar Anggota PGRI

Cara mendaftar anggota PGRI
1. Masuk alamat PGRI di anggota.pgri.org.id
2. Pilih registrasi bagi yang baru dan yang lama cukup update data
3. Isi Form Pendaftaran
4. Kirim Form Pendaftaran
5. Cetak hasil download
6. Serahkan kepada sekretaris cabang untuk diusulkan KTA
unduh tutorial disini

Download buku Kurtilas K 13

 Silahkan unduh disini
1. Buku Agama Islam Kelas 1
2. Buku Agama Islam Kelas 2
3. Buku Agama Islam Kelas 3
yang lainnya menyusul. Semoga bermanfaat

Jadi Pemimpin Yang Baik



PEMIMPIN YANG BAIK

Kepemimpinan atau leadership adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bekerjasama sesuai dengan rencana demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting dalam manajemen, bahkan dapat dinyatakan, kepemimpinan adalah inti dari managemen.
Di dalam kenyataan, tidak semua orang yang menduduki jabatan pemimpin memiliki kemampuan untuk memimpin atau memiliki ‘kepemimpinan’, sebaliknya banyak orang yang memiliki bakat kepemimpinan tetapi tidak pernah mendapat kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya. Sedang pengertian ‘kepala’ menunjukan segi formal dari jabatan pemimpin saja, maksudnya secara yuridis-formal setiap orang dapat saja diangkat mengepalai sesuatu usaha atau bagian (berdasarkan surat keputusan atau surat pengangkatan), walaupun belum tentu orang yang bersangkutan mampu menggerakan mempengaruhi dan membimbing bawahannya serta (memimpin) memiliki kemampuan melaksanakan tugas-tugas untuk mencapai tujuan.

18 Kriteria atau syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin yang baik dan bijaksana, yaitu memiliki:

 1. Kekuatan atau energi
Seorang pemimpin harus memiliki kekuatan lahiriah dan rokhaniah sehingga mampu bekerja keras dan banyak berfikir untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

 2. Penguasaan emosional 
Seorang pemimpin harus dapat menguasai perasaannya dan tidak mudah marah dan putus asa.


 3. Pengetahuan mengenai hubungan kemanusiaan
Seorang pemimpin harus dapat mengadakan hubungan yang manusiawi dengan bawahannya dan orang-orang lain, sehingga mudah mendapatkan bantuan dalam setiap kesulitan yang dihadapinya.

 4. Motivasi dan dorongan pribadi
Dorongan Pribadi yang akan mampu menimbulkan semangat, gairah, dan ketekunan dalam bekerja.

 5. Kecakapan berkomunikasi
 Kemampuan menyampaikan ide, pendapat serta keinginan dengan baik kepada orang lain, serta dapat dengan mudah mengambil intisari pembicaraan.

 6. Kecakapan mengajar
Pemimpin yang baik adalah guru yang mampu mengajar dan memberikan teladan dan petunjuk-petunjuk, menerangkan yang belum dengan gambaran jelas serta memperbaiki yang salah.

 7. Kecakapan bergaul
Dapat mengetahui sifat dan watak orang lain melalui pergaulan agar dengan mudah dapat memperoleh kesetiaan dan kepercayaan. Sebaiknya bawahan juga bersedia bekerja dengan senang hati dan sukarela untuk mencapai tujuan.

 8. Kemampuan teknis kepemimpinan
Mengetahui azas dan tujuan organisasi. Mampu merencanakan, mengorganisasi, mendelegasikan wewenang, mengambil keputusan, mengawasi, dan lain-lain untuk tercapainya tujuan. Seorang pemimpin harus menguasai baik kemampuan managerial maupun kemampuan teknis dalam bidang usaha yang dipimpinnya.


 9. Integritas kepada orang lain
Integritas atau memberikan kesetiaan atau kepedulian kepada orang lain atau bawahan, berarti mempertahankan nilai-nilai dan moral yang dipercayai kepada orang lain. Integritas akan menunjukkan kepada orang lain, komitmen terhadap satu hal dan bukan sebagai orang yang tulalit.

 10. Memelihara orang lain
Jika kita melihat ke sekeliling kita, maka akan kita saksikan bahwa ada orang di dalam hidup kita yang ingin diberi makan, dengan dorongan aman dan harapan, yang merupakan kebutuhan setiap manusia. Inti dari proses pemeliharaan adalah perhatian tulus kepada orang lain. Berikan perhatian dan rasa aman kepada orang yang dipimpin, namun tetap dengan cara yang mendidik.

 11. Percaya terhadap kemampuan orang lain
Setiap orang akan senang jika mereka merasa dipercaya dan banyak orang akan mengerjakan apa saja untuk memenuhi kepercayaan tersebut. Berilah kepercayaan kepada orang yang kita pimpin sesuai dengan kemampuan dan wilayah kerjanya, namun sampaikan terlebih dahulu dengan jelas apa yang harus dia lakukan.

 12. Mendengar apa yang disampaikan orang lain
Dengarkan dan perhatikan apa yang di sampaikan orang lain disekitar kita, ketika hal tersebut dilakukan sesungguhnya kita membangun hubungan terhadap orang lain dan mereka akan merasa dihargai. Karena pada dasarnya setiap orang pasti ingin dirinya dihargai, maka berikanlah hal itu. Orang yang tidak pernah menghargai orang lain, jangan pernah berharap dia akan dihargai apalagi dicintai.


 13. Kemampuan memahami orang lain
Setiap orang sebenarnya ingin didengar, dihormati dan dipahami, ketika orang melihat bahwa mereka dipahami, mereka akan merasa dimotivasi dan dipengaruhi secara positif. Sesungguhnya cara paling halus dan jitu untuk mempengaruhi dan mengambil hati orang lain adalah dengan memahami dan mendengarkan apa yang dia sampaikan. Berikan sepenuhnya apa yang sudah menjadi hak mereka tanpa harus melalaikan pendidikan untuk mereka sadar akan kewajiban mereka juga.

 14. Mengembangkan bakat orang lain
Berarti kita membantu mereka menangkap peluang untuk membantu mewujudkan potensi mereka. Berikan kesempatan kepada orang yang kita pimpin agar mereka bisa terus maju dan meraih jenjang yang lebih tinggi. Tak akan pernah kita rugi bila kelak orang yang kita pimpin menjadi individu yang mandiri dan lebih sukses. Bahkan mereka mungkin akan menjadi akses atau relasi yang menguntungkan bagi kita di masa depan.

 15. Menjadi arah (navigator) bagi orang lain
Berarti mengidentifikasi tempat tujuan. Ketika seseorang memiliki potensi pribadinya maka ia memerlukan arah untuk mengembangkan potensi tersebut. Dengan mengarahkan orang lain kepada kesuksesan, tanpa kita sadari kita pun telah melatih diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih sukses. Ilmu kita meningkat, pengalaman kita bertambah, kemampuan kita semakin diasah, relasi atau jaringan kita bertambah dan kebaikan kita pun berlipat ganda. Sungguh sebuah multiple effect yang luar biasa.

 16. Berhubungan dengan orang lain
Dianalogikan pada rangkaian gerbong kereta api dan apa yang terjadi. Gerbong itu berada di atas rel, dimuati barang-barang, mempunyai tujuan dan rute. Tapi gerbong ini tidak memiliki arah jika tidak dihubungkan dengan lokomotif. Sama halnya ketika kita membawa orang pergi, kemana mereka harus pergi, dimana keberadaannya, ini hanya akan diketahui jika kita memiliki hubungan dengan banyak pihak, (maksudnya seorang pemimpin harus mempunyai arah dan tujuan yang jelas). Relationship dan multiple link adalah satu hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin jika ia ingin timnya dan dirinya sukses. Semakin banyak relasi dan semakin luas jaringan yang kita miliki maka semakin besar peluang yang kita raih.

 17. Memperlengkapi orang lain
Artinya ketika kita mempercayakan orang lain dengan sebuah keputusan penting maka kita harus dengan senang mendukungnya. Ketika kita memberi wewenang kepada orang lain maka kita telah meningkatkan kemampuan orang lain tanpa menurunkan kemampuan kita. Maksudnya jika seorang pemimpin telah mampu mendelegasikan tugas dengan baik kepada bawahannya, berarti ia telah membuat langkah cerdas dalam kerjanya, tugas yang tercapai lebih banyak dan lebih cepat. Bawahannya semakin pintar dan pada akhirnya tujuan bersama pun tercapai dengan hasil terbaik. Namun syarat sebelum pendelegasian adalah berikan penjelasan dan ilmu sampai orang yang kita delegasikan tersebut paham benar tentang apa yang harus ia lakukan.

18. Memproduksi orang berpengaruh
Artinya bagaimana ketika kita telah mengubah orang lain agar ia menjadi pengikut seperti diri kita. Pada akhirnya kita akan mampu menciptakan orang-orang berpengaruh yang kelak akan menciptakan orang-orang seperti kita juga. Dan terus seperti itu. Sehingga dalam lingkungan/koridor kepemimpinan kita semua personil, elemen dan pihak memiliki kemampuan seperti kita dan melakukan seperti apa yang kita inginkan tanpa harus selalu diperintah.